Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Di Suatu Malam Menjelang Subuh.

Di Suatu Malam Menjelang Subuh. gambar oleh Ternak Ayam Kampung
Di sebuah pondok kayu dan bambu, di suatu pedesaan hidup sepasang induk Ayam Kampung Berbulu coklat keemasan bersama seekor ayam jago yang juga berbulu coklat, kuning keemasan ,mereka adalah sepasang orangtua bagi 11 anak ayam kecil yang baru seminggu menetas. bulunya belum sempurna, masih sangat halus dan lembut, berwarna- warni. Saat sore menjelang malam tiba, angin dingin mulai menyusup. Langit gelap dan suara jangkrik bersahutan. Induk itu tahu, malam adalah saat paling berbahaya. Dingin bisa membunuh, tikus dan musang bisa mengintai. Ia pun memanggil anak-anaknya dengan suara khas, "kurr... kurr..." lembut. Satu per satu, ke-11 anaknya yang lincah berlarian mendekat. Ada yang masih tersesat di pojok kandang, ia tunggu dengan sabar. Setelah semua berkumpul, ia mengembangkan kedua sayapnya lebar-lebar. Sayap itu tidak besar, tapi penuh cinta. Ia mendekap ke-11 anaknya sekaligus di bawah kehangatan tubuhnya. Tak ada satu pun yang ia bedakan. Yang kecil di tengah, yang besar di pinggir, semua ia peluk sama rata. Ia rela tidak tidur semalaman, matanya tetap terjaga, menatap gelap, memastikan tidak ada bahaya yang mendekat. Meski lapar dan lelah, ia tetap diam. Karena baginya, 11 nyawa kecil di bawah sayapnya adalah seluruh dunianya. Ketika menjelang subuh,matanya terasa begitu berat, ia pun mencoba memejamkan mata nya, namun tiba-tiba ia di kaget kan oleh suara sesuatu yang mulai mendekat. seketika rasa kantuk tadi pun hilang. ia tidak ingin ada yang membahayakan bagi anak-anak nya. Ia pun segera ambil sikap siaga untuk melindungi ke 11 anaknya. Seraya berteriak petok- petok sekeras mungkin,dalam keadaan rasa kuatir ia Berharap seseorang yang biasa kasih makan dan minum saat siang hari ,atau siapa pun itu bisa menolongnya dan kesebelas anaknya, Tetapi karena masih terlalu malam, menit demi menit berlalu tak ada yang datang menghampiri kecuali sesuatu yang akan membahayakan anak-anak nya. Si induk ayam belum tau pasti suara tersebut berasal dari apa, yang jelas ia sangat kwatir akan keselamatan anak- anak nya. Itulah cinta ibu, tanpa syarat, tanpa pamrih, setia menjaga dalam dinginnya malam. "Bersambung"
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

3 Komentar