Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.

Dry Ice Sudah Digas, Asap Tetap Ngeyel, Warga Palembang Makin Geram! ENJOY..???

Dry Ice Sudah Digas, Asap Tetap Ngeyel, Warga Palembang Makin Geram! ENJOY..??? gambar oleh Nusantara Insight
Langit Palembang lagi-lagi dipenuhi kabut asap tebal. Pada Kamis (22/10/2026), Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) bahkan menembus angka 1.035, membuat kota ini masuk jajaran daerah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Kondisi ekstrem ini langsung memicu gelombang komentar dari masyarakat yang berharap situasi segera berubah. Upaya penyemaian dry ice hingga 1,6 ton per hari ternyata belum mampu mengusir kabut asap secara signifikan. Jarak pandang ikut anjlok hingga sekitar 400 meter. Banyak warga mengaku kecewa dan geram karena aktivitas harian menjadi terganggu, sementara langit biru seolah hanya tinggal kenangan dalam beberapa pekan terakhir. Keluhan warga pun ramai bermunculan. Mereka menilai udara semakin sulit dihirup, mata terasa perih, dan cuaca tetap panas meski matahari jarang terlihat jelas. Tak sedikit yang mempertanyakan efektivitas berbagai langkah penanganan yang sudah dilakukan untuk mengatasi krisis asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di sisi lain, dampak kesehatan juga makin bikin waswas. Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) sepanjang Januari hingga Oktober 2026 telah mencapai lebih dari 142 ribu kasus. Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan, memakai masker, dan menjaga kondisi tubuh agar tidak mudah terdampak paparan polusi udara. Menurut Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan, fenomena ini diperparah oleh lapisan inversi atmosfer yang berada sangat dekat dengan permukaan bumi. Kondisi tersebut membuat asap terjebak di lapisan bawah sehingga polutan sulit naik dan menyebar ke atmosfer. Akibatnya, kabut asap terus bertahan dan kualitas udara belum kunjung membaik. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan memastikan operasi dry ice akan terus dilanjutkan sembari memperkuat pemadaman darat maupun udara di titik-titik karhutla, terutama di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Kini masyarakat berharap langkah tersebut benar-benar membawa perubahan. Kalau menurut kamu, apa solusi paling efektif agar Palembang bisa bebas dari kabut asap? Tulis pendapatmu di kolom komentar! #Palembang #Karhutla #KabutAsap #ISPA #SumateraSelatan
Advertisement Advertisement
Menu Post
Laporkan Konten
Bagikan Posting Ini
Ikuti Pengguna

Blokir Pengguna

Hapus Postingan

Apakah Anda yakin ingin menghapus postingan ini? Tindakan ini tidak dapat dibatalkan.

15 Komentar