Laporkan konten ini jika melanggar ketentuan, mengandung materi sensitif, atau hak cipta.
MENJEMPUT JODOH DI TANAH SUCI
Sudah jadi nuansa Haru Di Multazam Dan Keluarga Kecilnya Sangat Pas Untuk Zoya. Mau Lanjut Disempurnakan Lagi? *EPISODE 1: DOA DI MULTAZAM* Laila, 28 tahun, guru honorer di Pekanbaru. 12 kali gagal ta'aruf. Ia berangkat umroh dengan tabungan 6 tahun. Di depan Multazam, ia menangis sejadi-jadinya. "Ya Allah, aku lelah ditanya kapan nikah. Jika jodohku ada, pertemukan di tempat suci ini. Jika tidak, ikhlaskan hatiku." Di sampingnya, seorang laki-laki ber-ihram ikut mengaminkan dengan suara berat, "Aamiin ya Rabbal 'alamin." Namanya Hafiz. *EPISODE 2: SATU KLOTER* Ternyata mereka satu kloter. Di bus, di hotel, di pesawat SV 118 Jeddah-Jakarta, selalu berpapasan. Hafiz ternyata duda, istrinya meninggal saat melahirkan 5 tahun lalu. Anaknya, Umar 5 tahun, ikut umroh. Umar tiba-tiba memeluk kaki Laila di bandara dan berkata, "Bunda, jangan hilang lagi." *EPISODE 3: TERNYATA SEKOTA* Sampai di Indonesia, Laila kaget. KTP Hafiz: Kampar, Riau. Hanya 1 jam dari Pekanbaru. Hafiz adalah guru MTsS Al-Kautsar. Satu yayasan dengan teman Laila. Allah atur terlalu rapi untuk disebut kebetulan. *EPISODE 4: TA'ARUF DAN ANAK KECIL* Hafiz ta'aruf resmi. "Saya bukan bujang, Laila. Saya bawa amanah anak yatim. Jika kamu menerimaku, kamu menerima Umar." Laila bertemu Umar, anak itu langsung tidur di pangkuannya sambil murojaah. Hati Laila luluh seketika. *EPISODE 5: DITOLAK IBU* Ibu Laila menolak keras. "Untuk apa jadi ibu sambung? Kamu masih gadis, masih bisa dapat bujangan!" Laila menangis. Hafiz mendengar dan berkata, "Saya mundur jika ibu tidak ridho. Karena saya tahu rasanya kehilangan ibu." Ia pulang tanpa marah. *EPISODE 6: IBU SAKIT DAN DOA HAFIZ* Ibu Laila stroke ringan. Hafiz datang setiap maghrib, membacakan Al-Fatihah, Al-Waqiah, dan memijat kaki ibunya tanpa diminta. Selama 7 hari. Hari ke-8, ibu bisa jalan lagi. Ibu memanggil Laila, "Anak yang merawat ibu saat sakit adalah jodohmu. Nikahi Hafiz." *EPISODE 7: AKAD DI MASJID KECIL* Akad sederhana di masjid desa Hafiz. Mahar: seperangkat alat sholat dan uang 2 juta 28 ribu sesuai tanggal pertemuan di Multazam. Umar jadi saksi cilik yang terus berteriak "Ayah Bunda Sah!" *EPISODE 8: JADI BUNDA SEKETIKA* Malam pertama Laila adalah menidurkan Umar yang demam sambil membacakan Surah An-Naba. Hafiz melihat dari pintu, air matanya jatuh. "Terima kasih sudah menjadi ibu untuk anakku, Laila." *EPISODE 9: KADO TERINDAH* Setahun menikah, Laila hamil. Mereka umroh lagi, kali ini bertiga. Berdoa di tempat yang sama, Multazam. Laila berdoa, "Dulu aku minta jodoh, kini aku minta anakku jadi hafidz." *EPISODE 10: MULTAZAMAH - TAMAT* Laila melahirkan anak perempuan. Diberi nama Multazamah Hafizah, artinya doa yang dikabulkan di Multazam. Kini Rumah Tahfidz kecil mereka di Kampar punya 30 santri. Pesan moral: Jika doamu belum dikabulkan di bumi, panjatkan di Multazam, karena di sana tidak ada hijab antara hamba dan Rabbnya. TAMAT.